Jurgen Klopp Sudah Tak Sabar Peluk Pemain Liverpool

Jurgen Klopp Sudah Tak Sabar Peluk Pemain Liverpool

Jurgen Klopp Sudah Tak Sabar Peluk Pemain Liverpool – Jurgen Klopp mengaku tidak benar-benar mempelajari hal baru selama menjalani masa-masa karantina beberapa bulan terakhir. Satu-satunya yang dipahami Klopp adalah mulut besar Gary Neville yang kian jadi.

Dua bulan terakhir, Klopp hanya bisa mengontrol latihan skuad Liverpool melalui panggilan video. Klopp mengurung diri di rumah, sesuai dengan instruksi pemerintah.

Menghabiskan waktu di rumah saja tentu membosankan, untungnya Klopp cukup sibuk dengan kebiasaannya menonton ulang pertandingan-pertandingan lama Liverpool, juga mengikuti perkembangan dunia sepak bola.

Pada saat itulah Klopp punya kesempatan lebih banyak untuk menonton Gary Neville langsung di televisi.

Neville Banyak Omong

Agen Judi Bola Resmi – Neville kini bekerja sebagai analis sepak bola, pekerjaannya memang berkomentar panjang lebar. Biar begitu, Klopp tetap heran saat mendengar opini Neville yang tidak ada habisnya.

“Saya tidak belajar banyak hal semasa karantina kecuali bahwa Gary Neville punya pendapat tentang segala hal! Itu luar biasa! Tidak, saya tidak benar-benar mempelajari hal-hal baru,” kata Klopp.

“Saya tahu saya bisa mengatasi situasi sulit dan ini adalah situasi yang sulit. Tidak hanya bagi saya dan keluarga, tapi bagi semua orang di dunia.”

“Saya cukup bangga dengan cara kita sebagai masyarakat dalam mengatasinya,” imbuhnya.

Apa yang Akan Dilakukan

Daftar Bola88 – Lebih lanjut, Klopp diminta menjawab pertanyaan penting: Apa yang akan Anda lakukan begitu pembatasan sosial dicabut? Mengenal sosok Klopp, tentu jawabannya cukup unik.

“Mungkin saya tetap akan melakukan sesuatu yang dilarang. Sejujurnya, saya ingin memberikan pelukan untuk semua pemain. Sudah sangat lama sejak terakhir saya melihat mereka,” lanjut Klopp.

“Itu bakal bagus, tapi mungkin juga dilarang! Jadi, kita lihat saja nanti. Kami harus tetap profesional sejak hari pertama.”

“Pertama-tama kami harus mengecek kondisi setiap individu, lalu setelah memahaminya, barulah kami bisa mulai,” tutupnya.